Truk mogok dan ‘Tony’ sang pengatur Lalin di jembatan Tualang Raso

Kemarin sore (23 Agustus’ 11), ketika aku pulang dari kantorku di Teluk Nibung bersama seorang teman kerjaku kami terjebak macet yang mendadak. Kupikir ini cuma kemacetan biasa dikarenakan menjelang hari Lebaran. Tapi ternyata setelah tanya sana sini kepada pengendara kenderaan lain disekitar lokasi macet, eh…. gak taunya kemacetan disebabkan adanya truk container yang mogok tepat dijembatan Tualang Raso. sehingga memakan separuh badan jalan dijembatan tersebut yang lebar keseluruhan jalan cuma 8 meter. walhasil jalur lawan arah yang separuh lagi yakni lebar nya hanya 4 meter berubah menjadi dua arah jalur. PTentu saja gak bisa, terpaksa harus ada yang mengalah dulu dari masing masing kedua arah tersebut.

Trus, masa sih kemacetan tersebut tak ada petugas Polisi yang membantu mengatur lalu lintas? Ada dong, kalo Polisi pada saat itu ada sekitar kurang lebih 12 orang Plus ditambah warga sipil beberapa orang (termasuk juga seorang lelaki paruh baya yang rada rada setengah gila bernama ‘Tony’) oh, ya. Tony ini emang udah terkenal ditanjung balai sekitarnya karena sering membantu tugas polisi pengatur lalu lintas, namun sayang sikapnya kasar dan arogan (temanku aja sempat naik darah akibat ulah arogannya tersebut) bak kata orang medan petentengan. maklum namanya juga setengah gila. Jadi orang orang sudah maklum aja. Tapi cukup terbantu juga kalo ada kemacetan lalu lintas jika dia ada. Kalo anda pengen kenal dan pengen liat tampangnya, silahkan main ke tanjung balai asahan tepatnya di persimpangan Mesjid Menara Lima biasa tempat di mangkal. Insya Allah kalo dia sehat dan panjang umur pasti ketemu dah. hahahaha….. Loh, koq malah nyeritain dia sih? Ok deh, kembali ke Topik cerita (tapi dia juga masuk ke dalam topik pembahasan koq). Hehehe…

Ah, sial benar rasanya. mana kami berdua udah kesorean pulang kerja. Belum lagi panjang antrian macet ada sekitar 1 kilometer. Ditambah perut yang keroncongan karena berbuka puasa dijalan hanya dengan minum segelas air mineral. Benar benar cobaan berat rasanya.

Tak tahu mulai pukul berapa kemacetan itu terjadi. Yang pasti kami mulai berada daalam posisi terjebak macet sekitar pkl.18.30 wib waktu setempat hingga pkl. 20.30 wib. Suara teriakan para pengendara baik tukang becak motor, ataupun pengendara lainnya juga suara para pejalan kaki menambah kepanikan.Alhasil kemacetan tambah panjang dikarenakan tak ada yang mau mengalah.

Pos ini dipublikasikan di Pena Harian dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s